“Karena selama ini tidak ada perhatian dari pemerintah sejak ia tinggal di Kelurahan Jogoboyo, memang ada pemerintah bawahan seperti RT dan Lurah yang dulu ada memberikan perhatian,” katanya
Memang saat ini, kelurganya sudah di berikan Jaminan kesehatan berupa kartu BPJS dan KIS, namun ia sangat berharap agar pemerintah peduli dengan tempat tinggalnya dan juga masa depan anaknya.
“Saya hanya ingin anak saya bisa sekolah biar menjadi anak pintar, bisa mengaji,” tambahnya.
Sementara Camat Lubuklinggau Utara II Muhammad Rozikin mengatakan, sehubungan dengan adanya berita yang viral di medsos yakni keluarga pak Sairin Agus Salim memang sudah ia ketahui.
Ia dari pihak kecamatan dan kelurahan, bersama dengan RT yang melibatkan dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamat (TKSK) Dinas Sosial sudah terjun langsung ke rumah pak Sairin pada 26 September 2018.
“Pak sairin ini berasal Jambi namun Sudja memiliki KTP Lubuk Linggau dan sudah tinggal sejak tahun 2017, memang kelurga Sairin tinggalnya berpindah-pindah,” ungkapnya.
Untuk dari pihak pemerintah, terutama Lurah sendiri sudah memberikan bantuan, agar keluarga bersangkutan untuk mengotrak di tempat yang terjangkau. Selain itu pihaknya sudah mengusulkan untuk ikut program bedah rumah, namun program tersebut ditolak dikarenakan untuk program bedah rumah harus bisa menunjukan tanah hak milik, sementara kelurga Sairin tinggal menumpang di tanah yang diketahui milik kelurganya, namun keluarga tersebut tidak mau memberikan tanahnya.
“Dan melalui TKSK dinas sosial yang bersangkutan sudah pihaknya data, dan datanya sudah masuk di dinas sosial sebagai warga prasejatera, keluarga sairin juga sudah dibuatkan kartu BPJS,” katanya.
Berhubungan program nasional dilanjutkan camat, seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS)dan kartu yang berhubungan dengan warga prasejatera sudah semua.(era)
Editor : mahardika













