KriminalPeristiwa

Anggota Polisi di Ogan Ilir Dipropamkan, Ternyata Ini Masalahnya..

×

Anggota Polisi di Ogan Ilir Dipropamkan, Ternyata Ini Masalahnya..

Share this article

Perubahan baik terlapor hanya seumur jagung. Diawal pernikahan WIL nya itu kerap menghubungi bripda MGP atau RRN via telpon.

Selain itu, Bripda MGP juga kerap kali memukuli istri sampai babak belur hanya karena hal sepele. Beberapa KDRT itu dilaporkan ke Polres Ogan Ilir yang berakhir perdamaian karena Bripda MGP berjanji akan lebih bertanggung jawab dan berubah jadi baik. Bripda MGP juga sudah dibina melalui program itikaf selama 40 hari namun tetap tidak berhenti berlaku kasar pada istri.

“Berjanji lagi akan berubah, ingin jadi imam yang baik, tapi nyatanya tidak berubah sama sekali” kata dia.

Kemudian, Bripda MGP justru tanpa sepengetahuan RRN mengajukan cerai kantor beberapa hari sebelum damai. Hal ini membuat RRN merasa dipermainkan. Sepertinya Bripda MGP memang sengaja mengajak damai supaya laporan pidananya dicabut dan perjanjian damai yang bripda MGP tanda tangani yang isinya akan hidup rukun cuma siasat supaya RRN mencabut laporan KDRT. RRN juga kecewa karena itikad tidak baik yang dilakukan oleh Bripda MGP tersebut ditindak lanjuti dengan keluarnya disposisi dari kantor. Padahal sudah ada perdamaian antara Bripda MGP dan RRN di tanggal setelah Bripda MGP mengajukan permohonan cerai kantor tersebut.

“Setahun saya sendiri yang memenuhi kebutuhan rumah tangga kami berdua, baru bulan ini saya dikasih uang bulanan Rp 700 ribu oleh suami langsung dipotong gajinya setelah mengadu ke kantornya, itupun saya rasa tidak manusiawi dibanding gaji seorang polisi dan setelah setahun saya tidak dibiayai layak” ujarnya.

“Saya berharap suami saya benar-benar berubah setelah laporan ini saya buat, melupakan masa lalu masing-masing yang sudah didamaikan oleh Karo SDM yang menjabat pada saat itu disaksikan oleh anggota polisi lain, karena hal itu yang selalu dia ungkit, membenci saya karena dia di mutasi, dan beralasan marah karena saya sering mendatangi kantornya padahal saya ke kantor untuk mencari dia yang kerap kali tidak pulang ke rumah tanpa memberi kabar ke saya istrinya. Saya laporkan disiplin ini saya tidak ada niat apapun kecuali berharap dia bisa sadar kesalahannya juga dan taubat karena pertama kali saya kenal suami saya 2 tahun yang lalu dia adalah laki-laki yang sangat baik, keluarganya juga baik sekali” tutupnya.

Editor : Chandra Baturajo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *