Masinton mengatakan PDIP juga ingin memastikan fungsi parpol yang mendukung pendidikan politik. “Ini KTP sudah terkoleksi tapi tidak digunakan, ada 3 parpol juga, tidak digunakan. Ingin juga PDIP. Kami ya mastiin juga, KTP dikoleksi tidak digunakan, jangan-jangan parpol juga tidak digunakan, bisa ke partai lain, jangan-jangan cuma dikoleksi saja,” kata dia.
Bagi PDIP, lanjut Masinton, persoalan partainya tak hanya sekadar menang kalah, namun juga menampakkan prinsip keorganisasiannya dan meledakkan ideologi kepartaiannya dan ditawarkan pada rakyat.
“Kenapa kami tidak ingin buru-buru karena kami ingin berhikmat. Belanda masih jauh,” ujarnya berkelakar.













