“Mesinnya masih ada sampai sekarang. Cuma itu dia kita gak bisa pasarkan. Jadi dipakai sendiri dan harganya jadi gak nendang.” jelasnya.
Sementara itu anggota Pengurus Pusat Kajian Pertanian Terintegrasi Sapto Tranggono mengatakan maksud kedatangan mereka kali ini adalah untuk menyampaikan bahwa sawit Sumsel berpotensi diserap oleh Pertamina. Karena saat ini Pertamina tengah mengolah minyak bumi dan minyak sawit menjadi bahan bakar berupa biohidrokarbon.
Menurut Sapto ini sudah dicoba di Dumai dan Cilacap untuk avtur. Karena itu kedatangan mereka ini kata Sapto untuk menginformasikan hal tersebut. Sehingga pada saatnya nanti jika penyerapan sawit ini banyak Sumsel tak kesulitan memenuhinya.
” Ya, jadi maksud kedatangan kita itu untuk menginformasikan bahwa saat ini Pertamina coproses minyak bumi dengan minyak sawit untuk diolah menjadi bahan bakar. Biar nanti petani tahu bagaimana perannya untuk berpartisipasi mensuplai CPO,” tutupnya.
Editor : red













