Jakarta – Harga emas naik mendekati level tertinggi dalam tiga minggu usai rilis pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih rendah dari ekspektasi sehingga membebani dolar AS. Harga emas terus menguat dalam dua bulan berturut-turut.
Dilansir dari Reuters, Sabtu (30/7/2016), Departemen Perdagangan AS melaporkan pertumbuhan ekonomi AS mencapai 1,2 persen pada kuartal II 2016, angka ini jauh di bawah prediksi ekonom sekitar 2,6 persen.
Menyambut data itu, harga emas di pasar spot naik 1,4 persen menjadi US$ 1.353,44 per ounce. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak 12 Juli 2016.
“Keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan tergantung pada kondisi ekonomi AS. Jika data ekonomi AS terus mengecewakan, harga emas bakal terus meroket,” kata analis dari Commerzbank Carsten Feitsch.













