Faktor inflasi atau kenaikan biaya pendidikan dan biaya hidup menjadi penyebab utama mengapa nilai yang perlu kamu tabung bisa berbeda tergantung kondisi umur buah hati kamu sekarang. Inilah alasan kamu perlu punya perkiraan kapan kamu akan butuh tabungan pendidikan tersebut.
- Mulai pikirkan cara untuk memenuhi tabungan pendidikan
Kalau kamu sudah mengetahui perkiraan investasi dan kapan biaya akan dikeluarkan, mulailah membuat perhitungan sederhana bagaimana cara mencapainya.
Sebagai contoh sederhana, target tabungan pendidikan kamu Rp 240 juta yang akan digunakan dalam waktu 10 tahun ke depan. Artinya, kamu butuh menabung sebanyak Rp 24 juta per tahun atau Ro 2 juta per bulan.
Periksa kondisi keuangan kamu apakah sanggup untuk menyisihkan uang sebanyak itu atau tidak. Jika memang bisa, mulailah untuk melakukan penyisihan tersebut sekarang.
4. Pikirkan cara untuk menutupi kekurangan tabungan
Langkah terakhir untuk membuat perencanaan tabungan pendidikan adalah mencari cara untuk menutupi kekurangan tabungan. Ada beberapa hal yang tentunya dapat kamu lakukan untuk mengatasi kekuarang ini.
Sebagai contoh, kamu bisa coba untuk memeriksa kembali pengeluaran bulanan kamu dan mulailah menghemat beberapa pengeluaran yang tidak terlalu diperlukan. Untuk meningkatkan penghasilan, kamu bisa mencoba untuk memulai bisnis sampingan yang tidak membutuhkan modal terlalu besar.
Kamu bisa memanfaatkan fasilitas seperti kredit tanpa agunan (KTA) untuk mempercepat pendirian bisnis tersebut, namun pastikan kamu mengajukan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan kamu. Agar tidak bingung, gunakan situs perbandingan produk keuangan populer seperti HaloMoney.co.id.













