Hal yang sama juga terjadi pada frekuensi lalulintas ekspor untuk komoditi perikanan. Ekspor perikanan dari Sumsel meningkat sebesar 7 persen dari 330 sertifikasi ekspor di 2017 menjadi 354 sertifikasi ekspor pada tahun
2018.
“Yang menjadi catatan pada 2018 adalah meningkatnya ekspor komoditi ikan hias yang mencapai 21 persen atau sebesar 238 sertifikasi ekspor pada 2018 dengan jumlah total ekspor mencapai 679.237 ekor,” katanya
Dibanding ditahun 2017 hanya sebesar 196 sertifikasi dengan jumlah total ikan yang diekspor sebanyak 575.170 ekor. Ekspor 2018, 87 persen nya didominasi ekspor ikan hias asli perairan Sumsel seperti Ikan Botia (Chromobotia macrachantus) sebanyak 596.939 ekor sisanya jenis ikan hias lain seperti ikan Dalum, Ikan Elang, Tiger Fish, Ikan Serandang, Ikan Betutu dan lainnya dengan negara tujuan Singapura dan Malaysia.
Untuk pengiriman Udang Belalang ditahun 2017 frekuensi pengiriman domestik 3.224 sertifikasi sebanyak 3.196.120 ekor, namun tahun 2018 mengalami peningkatan yang signifikan dengan frekuensi 4.054 sertifikasi sebanyak 3.602.152 ekor. (Ab)
Editor : Chandra Baturajo.













