SportSumsel

Fokus Kelola JSC, Masyarakat Diminta Taati Peraturan

×

Fokus Kelola JSC, Masyarakat Diminta Taati Peraturan

Share this article

KORDANEWS – PT Jakabaring Sport City (JSC) sangat berkomitmen dalam memajukan dunia olahraga di Sumatera Selatan, bahkan Indonesia. Meski demikian, dalam pengelolaannya harus penuh tanggung jawab.

“JSC dibangun dengan uang rakyat, oleh karenanya pengelolaan harus bertanggungajawab dan bisa dipastikan keberlanjutannya dalam segala hal. baik dalam hal azas manfaatnya olahraganya, manfaat sosial-budayanya, maupun manfaat finansial dan ekonomi secara luas,” kata Ditektur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh.

Kawasan JSC hadir sejak PON 2004 dikelola secara langsung oleh Badan Pengeloa Aset Daerah, namun sejak penghujung 2017 dibentuklah PT JSC. Sesuai Peraturan Daerah no 8 tahun 2017, amanahnya pengelolaan secara ramah lingkungan dan menghasilan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dari sejak terbentuk PT, kita upgrade terus. Sebelumnya tiket masuk manual, sekarang pintu otomatis. Tarifnya pun masih sama, mobil Rp 10 ribu, sepeda motor Rp 5 ribu, cuma ditambah per orang Rp 1.000,” jelas Meina.

Untuk pengelolaan tiket masuk, dikerjasamakan dengan pihak ketiga, yaitu PT Palang Parkir Indonesia (PPI). Selain itu ada juga bowling center, dikerjasamakan dengan ABS (Singapura). “Semuanya dikelola secara profesional dan transparan,” sambung Meina.

Meina mengajak semua pihak untuk ikut merawat. PT JSC kelola secara strategis tidak saja untuk menjadi aset regional, melainkan juga sebagai wujud luhurnya martabat masyarakat Sumsel secara keseluruhan menuju role model secara nasional. Untuk itu suatu kesatuan kognitif, afektif serta sikap dan tindakan semua adalah sangat dibutuhkan.

“Proses perawatan dan pengelolaan JSC adalah juga harus kita pastikan tidak boleh membebani keuangan daerah dan/atau nasional secara terus menerus. melainkan malah harus kita rancang sedemikian rupa sebagai suatu sumber pendapatan yang berarti bagi daerah; baik dalam hal manfaat finansial langsung maupun manfaat sosial ekonomi lainnya,” beber Meina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *