Lanjutnya, ke depan dirinya bersama DPRD Muba akan berencana menerbitkan Peraturan Daerah pembatasan penggunaan plastik untuk menekan angka atau volume sampah plastik serta mengalokasikan dana untuk insentif tambahan bagi petugas kebersihan di Muba.
“Perda itu nantinya diharapkan dapat efektif dan maksimal menekan angka volume penggunaan sampah plastik, dan dari sisi kesejahteraan petugas kebersihan akan ditambah insentifnya karena merekalah garda terdepan untuk menjaga lingkungan,” jelasnya.
Penggerak dan Pembina Olahraga Terbaik se-Indonesia ini juga menambahkan, saat ini Muba sebagai kota kecil terbersih, salah satunya dalam pengelolaan sampah dan strategis daerah bisa di implementasikan setiap lini khususnya dalam pengurangan sampah plastik di kota. “Sehingga Musi Banyuasin bisa mendapatkan apresiasi tertinggi dalam pengelolaan isu lingkungan dari penghargaan Adipura secara berkelanjutan,” urainya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muba Andi Wijaya Busro menyebutkan dengan diperolehnya piala tersebut, terhitung sejak kepemimpinan H Alex Noerdin sudah 12 buah Piala yang diterima Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.
“Penghargaan tersebut sebagai lambang Keberhasilan Pemkab Muba dalam menciptakan kota yang bersih, nyaman dan asri, pembangunan berkelanjutan dan adanya kerjasama serta peran aktif masyarakat sehingga penghargaan tersebut kembali diterima,” tuturnya.(yud)
Editor : mahardika













