Terdorong hal itu, pihaknya yang semula bergerak pada gas bagi kendaraan berbahan bakar gas bagi angkutan umum dan kendaraan dinas pemerintah, menemukan gas terkompresi yang kemudian dapat dialirkan bagi masyarakat luas. Sebab amat disayangkan jika Sumsel sebagai penghasil gas, namun justru aliran gas hanya di distribusikan ke Singapura dan Jawa saja. Lantas PT CNG Hilir Raya mencoba merambah distribusi gas terkompresi ke sektor industri dan sektor ritel.
“Di Palembang terdapat 1500 unit kendaraan yang menggunakan BBG, namun pada perkembangannya kemudian hanya 30 persen saja yang menggunakan BBG. Selanjutnya dengan pesatnya perkembangan kota Palembang hampir di segala bidang, semuanya membutuhkan bahan bakar yang kompetitif,” imbuhnya
Di lain pihak Direktur Utama PT CNG Rony Trianto berharap keberadaan PT CNG dapat memberikan manfaat bagi sektor industri, terutama usaha ritel, kecil, dan menengah.
“Ini adalah usaha kami bagaimana membantu kota Palembang dan Sumsel untuk mendistribusikan gas. Palembang adalah contoh sukses penggunaan BBG di Indonesia selain Jakarta”, ungkap Rony Trianto.
editor : red













