Memang, dalam urun rembuk bersama penggiat Sepakbola dan elemen Sriwijaya FC di Horison Ultima Hotel Palembang Senin (14/1/2019) malam lalu, Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola klub Sriwijaya FC Muddai Madang telah menyerahkan sahamnya kepada Herman Deru.
Namun, Deru mengkaji lagi dari maksud penyerahan saham tersebut. Ternyata, bukan menyerahkan saham untuk dimiliki tapi untuk diarahkan mau ke mana manajemen tersebut untuk persiapan Liga 2 2019 mendatang.
“Saya ini Gubernur, saya ini pejabat negara, tidak boleh punya saham. Tapi yang dimaksud adalah, setelah saya tanya, menyerahkan kepada Herman Deru sebagai Gubernur untuk mau diarahkan kemana ini (saham) nanti. Termasuk saham ini, karena Pak Muddai juga sudah menyerah. Tidak sanggup melanjutkannya lagi sampai waktu tertentu ini,” urainya.
Namun, selagi menunggu transisi kepemilikan saham ia meminta kepada manajemen lama untuk memegang teknis persiapan tim. Apalagi, Sriwijaya FC masih menyisakan kompetisi babak 32 besar Piala Indonesia 2018, yang akan digulirkan pada 30 Januari dan 7 Februari nanti.
“Jadi saya masih minta terus dilanjutkan. Jangan sampai ada pertandingan yang tidak diikuti sampai transisi saham,” jelasnya. (AC)
Editor : mahardika













