“Biasanya saya bayar Rp 50 ribu, khusus untuk malam itu dikasih gratis oleh Asri. Jadi tidak diminta bayaran, tapi diminta bantu untuk membuang mayat,” katanya.
“Kami ditangkap tadi malam semua saat berada di rumah. Kaget pas polisi datang ke rumah,” sambung Abdul.
Sebelumnya, mayat Inah ditemukan dengan kondisi hangus terbakar pada Minggu (20/1/19) di Desa Sungai Rambutan, Ogan Ilir. Saat ditemukan, kondisinya tidak lagi utuh.
Menyebut mayat tersebut berusia sekitar 17-20 tahun dan belum lama dibakar. Ada jeratan kawat di leher dan tangan. Sedangkan barang bukti berupa anting dan jam tangan turut ditemukan polisi dari tubuh mayat tersebut.(Dik)
Editor : Chandra













