Adiknya merasa sedih, karena Vanessa memberi hadiah kepada temannya sebuah ponsel mewah, sedangkan Mayang hanya memiliki satu ponsel lama.
“Vanessa benar kasih uang, tapi saat ulang tahun dan Lebaran aja. Mayang lihat Vanessa kehidupannya di Instagram. Nah di Instagram Vanessa belikan hape temannya sampai yang paling mahal. Mayang lihat itu. Sampai seperti itu, padahal adiknya sih Mayang hpnya jelek. Itu kenyataannya,” ujar Doddy menangis.
“Untuk Vanessa kalau dia nonton, supaya mengerti jangan selalu mengatakan hal-hal yang sifatnya tidak benar karena menjatuhkan keluarganya sendiri,” ungkap Doddy melanjutkan.
Menurut Doddy, Vanessa sudah tidak bisa dikontrol. Ia tidak mau lagi mendengarkan nasehat dari keluarga atau orang dekat. Jika ada temannya yang tidak sepemikiran atau mendukungnya maka akan ditinggalkan.
“Dulu saat masih sama saya, manajemen keuangannya bagus dan masuknya jadi investasi buat kebutuhan dia. Setelah tidak sama saya dan jadi kehidupan glamor, dia sudah salah pergaulan. Dia tidak bisa membedakan baik dan benar. Di rumah saya bisa bilangin, di luar tidak ada yang bilangin. Dia enggak mau dan enggak bisa dinasehatin,” jelas Doddy.
Doddy hanya menjadi manager Vanessa selama tiga tahun. Pada umur 16 tahun, Vanessa pergi dari rumah dan tidak pernah kembali sampai sekarang. Meski demikian, Doddy masih sering menanyakan kabar Vanessa melalui telefon.(net)
Editor : mahardika













