Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini menambahkan, implementasi VSA di Muba nantinya akan menjadi pionir di Indonesia khususnya di komoditas sawit dan karet. “VSA ini sudah dilakukan di Brazil tapi di implementasikan di komoditas daging sapi. Nah, untuk komoditas sawit dan karet nantinya Muba yang akan jadi pionir, kalau ini sudah diterapkan tentu petani sawit dan karet di Muba akan lebih sejahtera,” tuturnya.
Selain itu, Dodi menjelaskan Muba juga telah berhasil menjadi pilot project peremajaan perkebunan kelapa sawit petani swadaya di Indonesia. “Jadi VSA ini bagian dari inovasi untuk terus komitmen mensejahterahkan petani swadaya, dan saya minta OPD terkait untuk secepatnya merealisasikan mengembangkan program VSA ini serta mensosialisasikannya,” ulasnya.
Staf Ahli Deputi II Kepala Staf Presiden, Abetnego Panca Putra Tarigan menuturkan upaya yang dilakukan Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin sudah sangat tepat dan ini juga menjawab tantangan pasar komoditas sawit.
“VSA ini sangat mendukung program berkelanjutan dan lestari perkebunan sawit. Nah, saat ini justru banyak daerah berlomba-lomba meluaskan lahan tapi mengenyampingkan upaya pembangunan hijau berkelanjutan dan lestari, tapi Muba ini berbeda dengan komitmennya untuk mengimplementasikan sustanaible,” jelas Abetnego.
Sementara itu, Perwakilan Yayasan Inisiatif Dagang Hijau (IDH), Dr Fitrian Ardhiansyah menyebutkan pihaknya sangat optimis dan akan mendukung upaya dari implementasi Bupati Muba untuk merealisasikan VSA bagi perkebunan sawit dan karet.
“Kami sangat berkeyakinan VSA ini akan teralisasi dengan baik di Muba, dan Muba akan menjadi pionir dalam implementasinya,” pungkasnya.
Editor : Jhonny













