“Walaupun latihan taktik hanya sekali-sekali, tapi anak-anak bisa menjalankan. Jadi apa yang kita berikan di latihan semua berjalan pada sore hari ini,” ujarnya usai pertandingan.
Hartono mengaku, mereka sempat kecurian 2 angka karena counter attack yang dilakukan oleh tim lawan saat anak asuhnya melakukan serangan. Ditambah lagi mereka hanya bermain dengan 10 orang, pasca Slamet Budiono diganjar kartu merah di menit ke-39.
“Kenapa kita sampai kebobolan 2 gol, karena kita sudah menekan ke atas, kita mengincar gol. Karena serangan balik, ditambah kita instruksikan menyerang, jadi kalah orang,” tukasnya.
Sementara itu, Pelatih tim PS Keluarga USU Medan Yuda Hendrawan mengaku mendapat pelajaran yang berharga pasca kekalahan anak asuhnya tersebut. Hal tersebut karena anak asuhnya kebanyakan masih mahasiswa dan berusia 18 – 19 tahun.
“Mungkin dari faktor pengalaman dan juga pemain kita belum bisa mengembangkan situasi pertandingan sore tadi. Jadi anak-anak kurang cepat berfikir bagaimana bermain menghadapi 10 orang,” pungkasnya. (mg5)
Editor : Chandra













