“Aturan itu sebenernya cukup memberatkan, apalagi saya hanya sesekali menggunakan LRT, Rp35.000 diawal itu cukup memberatkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya untuk menggunakan LRT pertama kalinya dari bandara itu harus merogoh kocek Rp35.000. Kalau seperti ini tidak semua orang ingin naik LRT, tapi kalau ada pembayaran tunai mungkin bisa dimaklumi.
“Saya setuju kalau masih diberlakukan pembayaran tunai, jadi tidak perlu merogok kocek lebih cukup dengan Rp10.000 saja,” jelasnya.
Sementara itu menanggapi usulan atau keritikan anggota DPR RI harus ada jalur pembayaran tunai, Kepala Divre III Palembang PT KAI Anang Yoyo, pihaknya menerima usulan tersebut, pihaknya masih mencari solusi yang terbaik hingga yang termudah untuk masyarakat.
“Kalau memang diperlukan dua cara transaksi yakni, menggunakan kartu elektronik dan tunai, kita akan usahakan, yang penting masyarakat lebih dimudahkan untuk mendapatkan layanan,” pungkasnya. (Ab)
Editor : mahardika













