Kemudian, Misbakhun melanjutkan sumber pembiayaan lain di luar pajak, PNBP ataupun hibah. Pembiayaan lain itu lebih dikenal dengan istilah utang.
Persoalannya, kata dia, sistem keuangan negara melalui APBN membuat sumber-sumber penerimaan tak bisa dipisah-pisahkan. Pembahasan alokasi APBN pun melibatkan pemerintah dan seluruh fraksi di DPR.
“Jadi kalau kemudian dikatakan bahwa gaji itu dibayar dari utang, karena memang pada prinsipnya semua uang yang masuk ke dalam APBN itu tidak mungkin dipisah-pisahkan satu per satu,” ujarnya.
Sebelumnya, Rudiantara menuai kritik lantaran melontarkan pertanyaan kepada seorang ASN Kemeninfo dengan kalimat ‘yang bayar gaji ibu siapa sekarang.” Pertanyaan itu sebagai respons bagi ASN itu yang memilih salah satu desain stiker sosialisasi Pemilu 2019 nomor dua.
Seorang perempuan pegawai Kominfo yang ditanya soal desain dua stiker sosialisasi pemilu justru mengaitkannya dengan nomor pasangan calon presiden. Pegawai itu mengaku memilih desain nomor dua. Alasan tentang pilihan desain itu didasari pada keyakinannya tentang visi dan misi pasangan capres bernomor 02.
Akibat pernyataan Rudiantara, sempat menjadi viral dengan tanda pagar atau tagar #YangGajiKamuSiapa di media sosial. Elite oposisi yang tergabung dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terus memainkan cibiran ke Rudiantara.
Editor : Jhonny













