Sementara itu, Taufik mengaku sejumlah atribut Kepolisian itu sengaja ia beli dari salah seorang kenalannya seharga Rp300 ribu. Ia berdalih, seragam itu untuk keperluan syuting sinetron.
“Itu (atribut) saya properti syuting sinetron, biasanya jadi pemeran polisi gitu. Terus, saya pulang syuting pinjem mobil korban, biar percaya saya pakai baju polisi itu. Sehari-harinya, saya juga ikut mitra polisi,” katanya dengan nada memelas.
Taufik juga mengatakan, penggelapan dengan cara menggadaikan mobil korban dilakukan, karena terdesak. Ia bingung tidak memiliki modal yang cukup untuk biaya nikah kala itu. “Saya enggak ada niat ngegadein, tapi saya butuh uang. Saya gadeinRp25 juta, uangnya buat modal (nikah). Sama istri juga saya ngakunya polisi,” katanya.
Ironisnya, usia pernikahan itu hanya seumur jagung. Selang dua bulan meminang gadis pujaaan hatinya, Taufik kini digugat cerai. Itu, lantaran sang istri akhirnya sadar, bahwa Taufik bukanlah anggota Polri.
“Iya dia sudah tahu saya bukan polisi, habis sudah semuanya. Saya langsung diceraikan,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Kini, akibat perbuatannya itu, Taufik diancam dengan jeratan pasal 378 junto 372 KUHP terkait tipu gelap dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Kasusnya ditangani Polresta Depok.
Editor : Jhonny













