“Harus kita akui, kita terhanyut dengan masuknya budaya asing seluruh masyarakat Sumsel meskipun dipenuhi datang oleh orang pendatang, saya meminta kepada anak-anak dapat mempertahankan adat budaya,” ungkapnya.
Menurut Gubernur dia sangat berharap adat budaya selama yang ini diwariskan para leluhur terdahulu bisa terus terjaga dengan baik, dan ketika mereka suatu saat akan merantau ini akan menjadi kebanggaan tersendiri.
Sementara itu dalam surat yang disampaikan oleh peserta lomba diakuinya sangat menarik dan sangat menarik perhatiannya. Salah satunya soal keberadaan truk batubara yang melintasi jalan Prabumulih dan mengganggu kegiatannya bersekolah.
“Saya tidak main mencabut Pergub soal batubara. Salah satu tujuannya itu untuk menjaga generasi. Jangan sampai masyarakat Sumsel kehilangan generasi, karena anak-anak ini penerus saya 10 tahun mendatang saat sudah pensiun,” ujarnya.
Walikota Prabumulih Ridho Yahya mengatakan dukungan Gubernur soal pendirian ini sangat berarti bagi masyarakat Prabumulih. Terlebih Prabumulih adalah daerah penghasil minyak gas namun selama i j tenaga pekerjanya didominasi oleh pekerja dari luaf.
“Generasi mendatang Prabumulih dapat mempunyai tenaga pekerja asli dari putra-putri daerah mereka dari Politeknik ini,” jelasnya.
Berdirinya PEM Akamigas menggunakan putra putri dari Prabumulih, apa yang akan dilakukan semata-mata untuk generasi milineal bisa dieksis, khususnya teruntuk daerah penghasil minyak dan gas,” harapnya.
editor : red













