Saat ini lanjut orang nomor satu di Sumsel tersebut Sumsel masih menjadi daerah penyumbang penghasil karet terbesar di Indonesia mencapai 30%. Karena alasan itu pula petani karet Sumsel mendapat perhatian yang cukup besar dari pemerintah, hingga diagendakan rapat khusus dengan kementerian terkait secara lengkap.
” Indonesia inikan luas, harus diakui terkadang pemerintah sudah menjalankan program di satu titik tapi di titik lainnya belum jelas. Sehingga terkesan pemerintah tidak perhatian padahal yang sebenarnya tidak seperti itu. Nah melalui subsidi tunai yang saya usulkan tadi akam memperjelas bahwa bantuan ini bentuk perhatian dari pemerintah. Kita berterima kasih sekali pada Pak Presiden yang sudah memerintahkan kita mengatasi hal ini,” ulasnya.
Menurut mantan Bupati OKU Timur dua periode itu antisipasi pemerintah ini sangat tepat agar jangan sampai petani-petani karet menjadi tidak bersemangat mengelola lahan pertaniannya. Karena itu Pemprov sebagai pelaksana di lapangan memastikan secepatnya penyaluran subsidi ini akan direalisasikan.
“Saya pikir awal Maret subsidi dari Kementerian Pertanian sudah berjalan. Dan saya juga akan berupaya membantu mendorong dengan CSR dari anggota-anggota Gapkindo.
Gubernur Sumsel H. Herman Deru sendiri terbang ke Jakarta dengan didampingi Kepala Dinas Perkebunan Fakhrurozi, Kepala Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian Sumsel serta
Sementara itu berdasarkan data dari Gapkindo pada tahun 2017 produksi karet Sumsel mencapai 1.242.802 ton. Sementara itu pada tahun 2018 mencapai 1.082.068 ton. “Kita masih menjadi penyumbang karet terbesar di Indonesia,” ujar Ketua Gapkindo Sumsel Alex Eddy yang ikut rapat tersebut.
editor : red













