KORDANEWS- Setelah melahirkan, ibu juga harus tetap menjaga kesehatan diri. Baik wanita yang melahirkan dengan metode normal dari vagina, maupun lewat operasi caesar, keduanya membutuhkan perawatan setelah melahirkan. Apa saja perawatan setelah melahirkan yang wajib dilakukan? Ini dia perawatan diri yang harus Anda perhatikan, dari soal waktu istirahat hingga mengelola mood.
Istirahat
Istirahat pascamelahirkan sangatlah penting untuk ibu. Untuk menghindari kelelahan yang berlebihan, dilansir dari laman Heathline, ibu sebaiknya:
• Tidur ketika bayi sedang tidur (tapi pastikan bayi tetap aman dan nyaman).
• Posisikan kasur Anda dekat dengan tempat tidur bayi agar mudah menyusui pada malam hari.
• Minta bantuan orang lain selama beberapa hari untuk membereskan rumah agar Anda dapat beristirahat lebih lama.
• Berbagi tugas dengan suami, misalnya siapa yang kebagian jadwal memandikan si kecil.
Jaga asupan makan
Salah satu perawatan setelah melahirkan yang tak boleh terlewat adalah memenuhi kebutuhan gizi Anda. Ya, mendapatkan zat gizi yang tepat pascamelahirkan sangatlah penting. Sebab, zat gizi di dalam tubuh ibu sangat dibutuhkan untuk fase berikutnya, yakni menyusui. Bahkan,kebutuhan gizi dan air susu ibu (ASI) sudah mulai meningkat sejak ibu masih mengandung.
• Karbohidrat: Saat 6 bulan pertama menyusui, kebutuhan karbohidrat ibu meningkat sekitar 65 gram per hari atau setara dengan penambahan 1,5 porsi nasi. Jika biasanya dalam satu hari Anda konsumsi 3 porsi nasi selama hamil, maka selama menyusui Anda butuh menambahkannya lagi menjadi 4,5 porsi.
• Protein: Kebutuhan protein ibu menyusui pun ikut meningkat. Ibu menyusui membutuhkan jumlah protein 17 gram lebih banyak dari sebelumnya. Hal ini setara dengan penambahan minimal 1 porsi daging dan 1 porsi tempe ke dalam makanan ibu menyusui.
• Air putih: Ibu hamil direkomendasikan untuk mengonsumsi lebih dari 8 gelas air putih per hari. Pastikan Anda minum 12-13 gelas air per hari.
Perhatikan kondisi vagina atau bekas luka operasi
Perawatan vagina
Pascamelahirkan, akan ada berbagai perubahan pada vagina Anda. Setelah melahirkan, vagina akan mengalami luka, dan butuh waktu beberapa minggu untuk bisa kering dan pulih. Jika memang masih terasa nyeri, bahkan ketika Anda ingin duduk, pakai alas yang empuk sebagai alas duduk Anda.
Selain itu, vagina juga akan terasa kering. Ini adalah salah satu hal yang wajar terjadi setelah melahirkan. Hal ini terjadi karena adanya penurunan kadar estrogen di dalam tubuh. Jika vagina yang kering tidak membaik hingga lebih dari 12 minggu, bicarakan pada dokter Anda.
Setelah melahirkan, kandung kemih Anda biasanya akan terisi dengan cepat oleh semua cairan yang dibuang dari ginjal, sehingga penting untuk Anda segera buang air kecil pasca melahirkan. Jangan biasakan menundanya. Jika Anda tidak bisa buang air kecil beberapa jam setelah melahirkan, Anda akan dipasangkan kateter utnuk mengalirkan urine dari kandung kemih Anda.
Anda juga perlu perhatikan kondisi vagina Anda, jika terdapat cairan keluar dari vagina disertai dengan demam dan adanya bau yang tidak sedap, segera konsultasikan pada dokter Anda. Jika tidak ada masalah seperti itu, vagina akan semakin membaik dengan sendirinya pada seperti semula.
Perawatan luka caesar
Pada ibu yang melahirkan dengan proses caesar, perubahan yang terjadi akan berbeda dengan ibu yang melahirkan normal. Pada ibu yang melahirkan dengan operasi caesar, terdapat luka sayatan di perut bagian bawah.
Luka sayatan ini akan terasa sangat sakit atau nyeri saat beraktivitas dan bergerak. Maka, wanita yang melahirkan dengan metode caesar harus menjaga segala gerakannya. Misalnya saat tertawa, saat mengambil barang di bawah, bahkan saat bersin dan batuk. Hindari segala aktivitas yang membuat guncangan pada luka sayatan tersebut, apalagi secara tiba-tiba.
Penting untuk menjaga agar luka bekas operasi tetap bersih dan kering untuk menghindari infeksi, memar, atau iritasi pada jahitan di sekitar luka.
Rasa sakit setelah melahirkan dengan caesar ini akan lebih lama proses penyembuhannya dibandingkan dengan kelahiran dari vagina. Oleh karena itu, wanita yang melahirkan dengan metode ini disarankan untuk menghindari olahraga berlebihan, mengangkat beban berat, mengemudi, berhubungan intim, dan naik tangga selama 6-10 minggu setelah melahirkan.
Jika ada tanda-tanda rasa sakit yang semakin meningkat, perdarahan, batuk atau sesak napas, pembengkakan atau nyeri di bagian kaki bawah, bagian sayatan menjadi semakin merah dan ada nanah, segera periksa ke dokter.
Kembali aktif berolahraga
Pascamelahirkan, memang tampilan perut Anda tidak langsung otomatis mengempis. Anda mungkin masih terlihat seperti hamil selama beberapa minggu, bahkan berbulan-bulan. Hal ini karena otot perut meregang saat hamil, dan membutuhkan waktu untuk kembali kencang seperti semula.
Olahraga setelah melahirkan yang teratur bisa membantu mempercepat pemulihan bentuk tubuh Anda. Contohnya, melakukan jalan-jalan santai pada pagi hari selama 20-30 menit. Tentunya, kemampuan olahraga tergantung kondisi masing-masing. Wanita yang melahirkan lewat operasi caesar dan normal akan memiliki waktu yang berbeda untuk memulai aktivitas olahraganya.
Setelah melahirkan, berat Anda pun pastinya akan ikut menurun sekitar 5-7 kg, ini berbeda-beda tiap orang. Penurunan ini idealnya akan terjadi secara bertahap selama beberapa bulan. Jangan berharap atau mencoba-coba untuk menurunkan berat badan secara drastis. Apalagi jika Anda menyusui. Kondisi fisik ibu dapat memengaruhi suplai ASI untuk pertumbuhan anak.
Kondisi emosi pascamelahirkan
Perawatan setelah melahirkan tak cuma mencakup kesehatan fisik. Kondisi mental Anda juga perlu diperhatikan. Setelah melahirkan, seorang ibu bisa mengalami perubahan emosional. Banyak ibu baru yang mengalami baby blues setelah melahirkan.













