“Seperti dengan komersialkan 13 stasiun yang ada atau sebanyak 886 tiang LRT bisa jadikan lapak untuk perusahaan memasang iklan berbayar, itu bisa dilakukan, “ungkapnya.
Selain itu target oriented development atau TOD di stasiun stasiun yang memungkinkan itu bisa memperkecil subsidi. “Semua bisa dilakukan jika pemerintah ada peran,” tegasnya.
Bahkan rencana awal, Alex yang merupakan aktor dibalik pembangunan LRT menyebut mengajukan pembangunan untuk empat koridor. Tujuannya ialah agar LRT benar-benar dapat mengalihkan pilihan transportasi masyarakat.
“Karena waktu itu kebutuhannya cukup mendesak untuk keperluan Asian Games jadi baru dibangun satu koridor agar terkoneksi dari Bandara ke Jakabaring. Sekarang tambah tiga rute lagi, LRT pasti berkembang,” ungkapnya. (Ab)
Editor : Chandra













