“Kenalpun tidak kami dengan bidan itu, seperti yang dituduhkan ke Haris,” ujar petani tersebut.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Plol Zulkarnain sebelumnya juga menduga kuat jika aksi penculikan yang menimpa Haris dilakukan oleh oknum polisi. Dirinya masih akan terlebih dulu melakukan penyelidikan.
“Dalam pemeriksaan itu dia (korban) dipaksa untuk mengakui dia memperkosa, apa dasarnya oleh yang bersangkutan (pelaku) itu tidak jelas. Korban hanya diambil oleh sekelompok orang, dipaksa untuk mengakui dia yang memperkosa. Saya berpendapat ini oknum polisi, nggak mungkin preman nangkap orang kecuali keluarga dia (korban pemerkosaan),” jelas Kapolda Sumsel.
Editor : Jhonny













