Sumsel

Optimalisasi Kapasitas Daerah, Pemkot Palembang Adakan Musrenbang

×

Optimalisasi Kapasitas Daerah, Pemkot Palembang Adakan Musrenbang

Share this article

KORDANEWS — Dengan mengelar Musyawarah rencana pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kota Palembang 2019, mencoba mensinkronisasikan program yang diusulkan dari bawah keatas (dari masyarakat , mulai dari lurah, camat sampai tingkat tinggi) dengan nara sumber dari pusat dengan kebijakan nasional yang ditemukan, agar sinkronisasi program kegiatan supaya program dibuat oleh OPD tepat sasaran.

Dengan pencapaian yang sangat baik yang menjadi harapan dan titik temu dari diskusi untuk menyepakati program yang diusulkan masyarakat dan disesuaikan kebijakan propinsi dan kebijakan nasional.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi “Dengan mengambil tema optimalisasi kapasitas daerah untuk pembangunan pemerataan, melalui peningkatan infrastruktur yang terintegrasi dan terpadu dengan menjadi titik di tahun 2020, bagaimana infrastruktur mampu mendukung kapasitas daerah” jelasnya.

“Dimana, ada empat kapasitas daerah, pertama bagimana profesionalitas aparat negara, kedua bagaimana kualitas perencanaan, ketiga bagaimana kerjasama antar daerah, pelaku dan stakeholder, terakhir bagimana Pemkot Palembang kedepan membangun koordinasi antara pemerintah Palembang, propinsi dengan nasional yang ini sedang dilakukan” tambahnya

Dikatakannya, capaian-capaian yang telah dilakukan Walikota dan Wakil Walikota Palembang dalam beberapa tahun terakhir, telah melaksanakan hal tersebut. Dan itu terbukti dengan pertumbuhan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi sebesar 6,16% diatas rata-rata nasional, terus IPM 77,22% dan yang lainnya terus meningkat.

Lebih lanjut dikatakannya, dengan adanya capaian tersebut, ini membuktikan jika program yang disusun oleh OPD, memberikan capaian output yang baik. Apa buktinya, indikator makro yang menggeliat dan kita tidak bisa bohong, apa yang dilakukan OPD selama ini bermuara kepada capaian hasil yang ditujukan kepada indikator ekonomi yang ada saat ini.

“Dilihat dari tahun-tahun sebelumnya pertumbuhan ekonomi kita 5,76 dan sekarang 6,16 yang jelas ada peningkatan, begitu juga dengan IPM yang sebelumnya 76 menjadi 77 itu juga menunjukkan suatu peningkatan yang tidak mudah, apa lagi inflasi bisa terjaga dengan baik, kalau dulu angka kemiskinan 11,40% dan sekarang 10,95 % dan pengangguran juga kita turunkan kalau tidak dilakukan tergrasi program dan kegiatan secara terpadu” pungkasnya. (eh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *