KriminalPeristiwaSumsel

Masalah Ekonomi, Fitri Nekat Jadi Kurir Narkoba 

×

Masalah Ekonomi, Fitri Nekat Jadi Kurir Narkoba 

Share this article

 

KORDANEWS– Faktor Ekonomi menjadi alasan seseorang nekat menjadi kurir narkoba. Seperti yang dilakukan Fitria Amalia alias Vita (21) miliknya tergiur dihargai sebesar 15 juta yang dijanjikan bisa membuat nekatnya menjadi kurir shabu seberat 500 gram.
Namun belum pernah menerima bayaran, ibu muda ini bersama Muhammad Ali keburu diringkus anggota Satuan Reserse Narkoba Polresta Palembang didepan karaoke Inul Vista komplek Square Palembang (PS) pada 13 Desember 2018 lalu.
“Baru saya ni jadi kurir, diperintahkan orang untuk mengantar barang (shabu) didekat karaoke Inul Vista. 15 juta jika shabu sudah berhasil diantar. Tidak tahunya yang memesan sabu waktu itu polisi kami berdua pun diambil, ”kata Vita saat dihadirkan dalam pemusnahan barang diverifikasi digedung serba guna Rumah Makan Sri Melayu Selasa (12/3).
Diakuinya, ia nekat tergiur menjadi kurir shabu karena upah yang dijanjikan mencapai 15 juta jika berhasil. “Saya tidak kenal sama bandar-nya, karena melalui pak Ali,” katanya.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan kaum milenial sangat rentan terhadap peredaran narkoba ini terbukti dengan telah berhasil menangkap kurir shabu yang masih muda.
“Menurut pengakuan dari Vita, ia nekat menjadi kurir shabu karena terdesak kebutuhan ekonomi ditambah lagi dengan pergaulan dalam sehari,” katanya. (Dik)
Editor : Jhonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *