“Di kebun tersebut, kami mengembangkan teknik pertanian seperti mengganti robusta menjadi arabika dan berbagai teknik lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas tanaman kopi petani Sumsel,” jelasnya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Sumsel Akhmad Najib yang juga hadir dalam pengenalan Rumah Kopi Sumsel mengatakan RKS diharapkan dapat mengenalkan produk kopi asal Sumsel. Di mana, RKS hanya menjual produk kopi lokal yang berasal dari lima daerah penghasil kopi di Sumsel yaitu meliputi, kopi Semendo, Lahat, Pagaralam, OKU dan Empat Lawang yang merupakan varian kopi disebut kopi Sumsel.
“Salah satu produk unggulan di Sumatera Selatan adalah kopi dengan kopi dari beberapa daerah sebagai hulunya dan ilirnya, di BKB ini banyak anak-anak muda dan pusat sentral kegiatan dan rumah kopi sumsel ini salah satu untuk mengenalkan produk dan meningkatkan ekonomi rakyat juga meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.
Menurutnya, untuk menarik orang berkunjung dan bisa menikmati kopi ditempat ini harus ada rasa nyaman dan tidak ada tingkat kejahatan disekitar sini yang sudah dikenal sebagai tempat kuliner. “Kami sudah meminta kepada pemkot Palembang, yang namanya Mice itu harus ada FSnya, dan sekuritinya, karena orang akan tertarik kesini kalau isu-isunya ada rasa aman dan nyaman yang bisa orang pada datang, tapi kalau tingkat kejahatan yang tinggi dan pakiran diminta tinggi, mana ada orang yang akan parkir, yang seperti ini juga harus dibangkitkan kesadaran, marilah potensi ini menjadi unggulan kita” pungkasnya. (eh)
Editor : Chandra













