Dalam hal ini, Febby juga mengungkapkan harapannya agar generasi muda Indonesia saat ini harus bisa hidup dengan gaya hidup yang sesuai dengan lingkungan.
“Kamu muda harus mulai bertanya apakah apa yang saya lakukan ini menimbulkan perubahan iklim atau tidak. Masa depan gas rumah kaca Indonesia ada di tangan Anda, sehingga Anda harus inovatif dalam mengembangkan gaya hidup yang sadar akan carbon, misalnya saat Anda mematikan lampu saat keluar kamar atau mematikan televisi ketika tidak menonton,” jelas Febby.
Sedangkan menurut Gracia Paramitha, selaku panelis lainnya dalam acara tersebut menyatakan bahwa anak muda sekarang memiliki banyak pilihan dalam mengembangkan ide-ide kreatif terkait lingkungan hidup, antara lain dengan memanfaatkan media sosial.
Bagi Gracia, generasi muda di seluruh dunia saat ini telah sangat peduli terhadap isu perubahan iklim dunia.
Hal ini didukung dengan kegembiraan Siebe Schuur, selaku Councellor Head of the Economic Department, Kedutaan Besar Belanda untuk Indonesia yang juga hadir bersama panelis lainnya, menyambut apa yang baru saja dilakukan oleh Indonesia untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.
“Ini mengenai perubahan mentalitas. Generasi Anda harus diedukasi untuk mengadvokasi perubahan perilaku. Kami sangat gembira dengan apa yang sudah dilakukan pemerintah Indonesia dengan melarang penggunaan tas plastik. Kaum muda bisa berprestasi dengan mengatakan ‘Bye-bye Plastic Bag’,” tegas Siebe.













