“Pemilu serentak kali ini akan menjadi kebanggaan sekaligus menjadi sorotan dunia Internasional. Apakah bangsa Indonesia mampu melaksanakan konsolidasi politik ini dengan demokratis dan berintegritas dalam rangka memilih pemimpin,” ucap Kapolda.
Kapolda menyebutkan sukses atau tidaknya perheletan Demokrasi, tergantung pada semua pihak yang terlibat. Baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung, tetapi pihak penyelengara pemilu wajib menujukan kinerja yang objektif dan transparan didukung TNI/Polri sehingga pemilu dapat berjalan dengan sukses.
“Pemilu serentak tahun 2019, merupakan kesempatan yang berharga bagi rakyat Indonesia untuk memilih secara langsung pemimpinnya kedepan,” tambahnya.
Kapolda mengakui, jalannya Pemilu serentak tahun 2019, masih mendapatkan ancaman, ganguan, serta tantangan yang memungkinkan akan menghambat. Karena itu dia mengajak seluruh komponen masyarakat, TNI/Polri untuk sigap selaku institusi yang bertanggung jawab secara langsung terhadap pengamanan jalannya pemilu tahun 2019.
“Untuk pengamanan proses jalannya Pemilu Tahun 2019 untuk wilayah Sumsel, akan melibatkan personil TNi/Polri sebanyak 453.133 orang anggota,” rinci Kapolda.
Ditempat yang sama Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Irawan menjamin keamanan masyarakat yang datang ke TPS.
“Kita jamin kemanan masyarakat yang akan dataang ke TPS -TPS. Itulah tugas aparat kemanan baik TNI/Polri dan,” ucap Pangdam singkat.
Editor : Jhonny













