Bahkan, dia menilai sejak dirinya menjadi Bupati OKU Timur melihat angka kemiskinan di Sumsel tidak mengalami penurunan . “Dari sejak saya Bupati saya perhatikan angka kemiskinan kita ini tidak turun-turun, kadang 12%, kadang naik menjadi 13%. Saya yakin kalau kita punya keinginan yang sama untuk menekan angka kemiskinan maka secara kumulatif angka nasional itu akan turun. Begitu juga kalau kita tertarik dan bertujuan untuk bersama-sama memperbaiki ini bukan tidak mungkin di tahun depan kita juga tembus di satu digit,”sambungnya.
Oleh karena itu sebagai Gubernur, dia meminta bantuan menurunkan angka kemiskinan ini kepada seluruh Kabupaten/Kota. “Kita harus satu rel, untuk turun di terminal mana terserah yang penting kita satu rel,”ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Sumsel Ekowati Retnaningsih melaporkan pelaksanaan forum daerah ini sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang tata cara perencanaan pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah. Bahwa, lanjut Eko tahapan pembangunan rencana kerja pemerintah daerah melalui beberapa tahapan yaitu arahan gubenrur langsung.
Lanjut Eko, Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 27-29 Maret 2019 ini juga mengarah kepada penurunan angka kemiskinan. Dirinya juga melaporkan, usulan perangkat daerah yang telah diterima oleh Bappeda Sumsel sampai dengan hari ini berjumlah Rp. 6,2 Triliun. Sementara alokasi belanja langsung pada rancangan struktur APBD tahun 2020 sekitar Rp. 4 triliun. Menurutnga perlu dilakukan harmonisi kembali sehingga apa yang direncanakan pada tahun 2020 merupakan progam –program yang memang prioritas sesuai permasahan Sumsel.
Editor : Chandra













