KORDANEWS — Tiarma Nurbaiti Silitonga korban dugaan mall praktek oknum dokter disalah satu rumah sakit milik pemerintah di kota Palembang tahun 2018 lalu hingga membuatnya tangan kanannya mengalami cacat seumur hidup setelah dioperasi dua kali.
Karena itulah Tiarma membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumsel pada 28 Januari 2019 lalu dengan nomor : STTLP / 107 / 2019 / SPKT.
Kuasa hukum pelapor Tiarma Nurbaiti Silitonga, CA El Mangku Anom SH MM CLA mengatakan peristiwa mall praktek yang menimpa kliennya berawal saat tangan kanan kliennya mengalami luka bakar terkena air panas pada 14 Januari 2018 lalu.
Pada 29 Januari 2018, Tiarma berobat ke rumah sakit Myria, namun dirujuk ke poli bedah plastik rumah sakit RK Charitas. Di rumah sakit RK Charitas Tiarma dirawat oleh salah satu dokter, setelah dirawat dan diobservasi tangan Tiarma yang mengalami luka akhirnya dianjurkan untuk di operasi.
“Saat hari akan dilakukan operasi Dokter RS Charitas membatalkan operasi dengan alasan peralatan operasi mengalami kerusakan, sehingga dokter merujuk klien kami untuk menemui dua orang dokter spesialis bedah plastik yang ada di rumah sakit umum RSMH,”katanya.
Lebih lanjut dikatakan Mangku Anom, pada 26 Februari 2018 klien mendatangi poli bedah dan bertemu dengan salah satu dokter bedah plastik dan dianjurkan untuk segera dilakukan operasi pertama pada tangan kanan kliennya.
“Namun pada 28 Februari 2018 klien kami disuruh oleh dokter untuk dirawat dulu disalah satu ruang perawatan. Keesokan harinya tanggal 29 Februari 2018 dua orang dokter bedah plastik mendatangi klien kami untuk melakukan observasi tangan kanan klien kami yang mengalami luka bakar,”tambahnya.
Setelah dilakukan operasi, lanjutnya pada hari itu juga klien kami langsung dilakukan oleh operasi oleh salah satu dokter bedah plastik. Selesai operasi kliennya tidak pernah bertemu dengan dokter yang melakukan operasi, hanya seorang dokter koas yang melakukan operasi sampai klien nya pulang ke rumah.
“Setelah di operasi pada tanggal 9 Maret 2018 klien kami melakukan kontrol di RSMH, pada saat kontrol lagi lagi klien kami tidak bertemu kedua dokter bedah plastik yang mengoperasi klien kami dan hanya bertemu dengan dokter lain,”terangnya.
“Klien kami berusaha untuk bertemu dengan dokter bedah plastik yang mengoperasi nya tapi tidak bertemu. Karena tangan merasa sakit klien kami pun kembali mendatangi poli bedah RS Charitas dan bertemu dengan dokter yang merujuk nya ke RSMH dan dokter itu sangat terkejut melihat kondisi tangan klien kami yang rusak,”jelasnya.
Oleh dokter Poli bedah rumah sakit Charitas Tiarma diobati melalui fisiotrafi sebanyak tiga kali. Namun kondisi tangan Tiarma semakin sakit dan nyeri, membuat Tiarma berusaha menemui dokter yang pertama mengoperasi tangannya.













