KORDANEWS — Calon presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo kembali dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu oleh Advokat Cinta Tanah Air atau ACTA. Jokowi dilaporkan atas dugaan menyampaikan pernyataan provokatif saat kampanye.
Koordinator ACTA, Muhajir mengungkapkan sebagai capres petahana, ucapan Jokowi terkesan tendensius terhadap lawan politiknya. Bahkan Jokowi menunjukkan sikap jauh dari kesan yang ingin merangkul dan menyatukan semua komponen bangsa.
“Bukannya dengan sengaja memecah belahnya dengan pernyataan-pernyataan yang terkesan provokatif dan tendensius terhadap lawan politiknya,” kata Muhajir, dikutip dari Viva
Muhajir mencontohkan serangan Jokowi yang provokatif kepada Prabowo seperti konsultan Rusia. Lalu, saat deklarasi dukungan Pengusaha dan Pekerja di Istora, Senayan, Jakarta pada 21 Maret lalu. Ia pun kembali melontarkan ucapan yang disampaikan Jokowi.
“Silakan jam 10.00 pagi berangkat liburan asalkan jam 08.00 nya mencoblos dulu. Jangan biarkan satu orang pun golput, karena ini menentukan arah negara ke depan. Bapak, ibu, mau memilih yang didukung oleh…. organisasi-organisasi yang itu.’ Saya tak menyebut ya, tapi sudah tahu sendiri kan? Inilah yang saya sampaikan,” kata Muhajir.













