“Kalau ada anggaran tambahan membangun sambungan gas untuk rumah tangga, akan menghemat import LPG, kalau ini bisa dilakukan devisa nya bisa dihemat,” tambahnya
Sementara Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menambahkan, maanfaat yang dihasilkan dari jaringan gas kota (Jargas) kota Palembang sangat menguntungkan bagi masyarakat, terlebih mengenai biaya yang relatif lebih murah hampir 50 persen jika dibandingkan gas lpg.
“Tidak merepotkan seperti halnya menggunakan gas tabung, hanya tinggal mengecek meterannya saja,” tegas Wagub.
Atas nama Pemprov. Sumsel, Mawardi mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat yang telah mengalokasikan Jargas di kota Palembang sebayak 7000 lebih jaringan rumah tangga. Dia juga berharap, kedepan apa yang telah dilakukan di kota Palembang tersebut diikuti juga oleh Kabupaten dan kota lainnya di Sumsel.
“Ini benar-benar menunjukan komitmen pemerintah yang sangat memikirkan masyarakat. Karena lebih hemat Jargas jika dibanding menggunakan LPG tabung,” ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama pula Wagub Sumsel membantah isu yang berkembang terkait dengan PT Pusri dipindahkan ke luar Sumsel.
“PT Pusri merupakan kebanggaan bagi masyarakat Sumsel. Harus tetap berada Sumsel,” pungkasnya.
Untuk diketahui Pipa transmisi gas Grissik-PUSRI dibangun Pertagas dengan panjang 176 km dan diameter 20 inchi, membentang melewati Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin dan Kota Palembang. Jaringan gas Palembang dibangun di Kelurahan Tuan Kentang, Lima Ulu, Enam Belas Ulu dan Plaju Ulu.
Editor : Chandra













