KORDANEWS — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menilai praktik politik yang berkembang di tanah air saat ini tidak beretika.
Hal itu, ia sampaikan karena dirinya telah merasakan rasanya tidak bereketika itu melalui hinaan dan fitnah itu sudah seperti makanan sehari-hari Jokowi, selama empat setengah tahun memimpin Indonesia.
“Yang namanya difitnah, dicela sudah kayak makanan sehari-hari, ada di medsos (media sosial) maupun di lapangan. “Tapi selalu saya sampaikan, sabar ya Tuhan, sabar, “Ujar Jokowi
Bahkan Jokowi juga ada yang menudingnya sebagai PKI, lalu isu itu pun langsung tersebar di medsos dan direspons para politik dengan cara yang berbeda-beda.
“Saya pun mulai menjawab, dan harus menjawab. Dimulai saya lahir tahun 1961, PKI dibubarkan tahun 1965. Iya kan, baru sadar semua kan? Umur saya masih empat tahun, enggak ada yang namanya PKI balita. Masa masih balita sudah jadi aktivis PKI,” ungkapnya.
Jokowi mengaku harus mengingatkan hal itu, karena sembilan juta orang yang disurvei percaya terhadap itu. Karena itu, berbahaya sekali kalau ini diamkan.
“Harus saya jawab. Sembilan juta survei kita mengatakan percaya terhadap berita itu,” tegasnya.
Presiden Jokowi juga menunjuk contoh dirinya dituding sebagai antek asing. Padahal, lanjut Presiden, yang namanya Blok Mahakam, blok besar tuh4e RT eut oleh Jepang dan Perancis melalui Inpex dan Total lima puluh tahun, pada 2015 kita ambil, dan diberikan ke Pertamina seratus persen.













