EkonomiPeristiwaSumsel

Muba Jadi Pelopor dan Percontohan Inovasi Aspal Karet

×

Muba Jadi Pelopor dan Percontohan Inovasi Aspal Karet

Share this article
KORDANEWS – Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) berhasil menjadi pilot project atau percontohan dalam penerapan pembangunan infrastruktur jalan aspal bercampur karet yang telah dimulai di Desa Mulyorejo B4 Kecamatan Sungai Lilin yang dilakukan pada Oktober 2018 lalu. Penghargaan dan dukungan dari banyak pihak membuat Bumi Serasan Sekate kian menjadi sorotan atas inovasi yang di inisiasi Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin tersebut.
Menjadi pilot project atau percontohan pembangunan jalan aspal karet membuat Dodi Reza diganjar banyak penghargaan yang salah satunya menjadi penerima penghargaan Kepala Daerah Inovator dari Kementerian PUPR atas inovasi aspal karet serta mendapatkan reward sebesar Rp20 Miliar atas inovasi itu dari Kementerian PUPR.
Tidak hanya itu, Bupati yang sangat gencar dengan program pembangunan berkelanjutan atau sustanaible ini juga membuat Muba menjadi pusat study bagi daerah lain untuk belajar menerapkan pembangunan jalan aspal karet, yang belakangan ini Muba rutin mendapatkan kunjungan dari pihak Pemerintahan Jawa Barat, Kalimantan, dan Jambi.
Kemudian, atas inovasi Bupati Dodi Reza tersebut pembangunan jalan aspal karet Muba mendapatkan penghargaan dan sorotan dari berbagai media yang berfungsi sebagai sosial kontrol masyarakat yakni salah satunya dari media Jawa Post Grup Sumeks.co dengan memberikan penghargaan Bupati Dodi Reza sebagai Kepala Daerah Inovator Pembangunan Jalan Aspal Karet pada 6 April 2019 di Hotel Harper Palembang.
Lalu, pada 30 April mendatang lagi-lagi Bupati Muba Dodi Reza berkat inovasi aspal karet tersebut juga akan mendapatkan reward Goverment Award  2019 Kategori Pembangunan Infrastruktur dengan memanfaatkan inovasi karet alam sebagai bahan baku pembangunan jalan yang akan dilaksanakan di Hotel Aryaduta Jakarta.
“Alhamdulillah, inilah upaya-upaya untuk mendongkrak harga karet dan mensejaterahkan petani karet khususnya di Muba, kalau semua daerah nantinya akan mencontoh Muba untuk membangun jalan aspal karet tentu harga karet akan drastis naik,” ungkapnya.
Terkait Presiden RI Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri menginstruksikan Gubernur di daerah penghasil karet untuk mengeluarkan surat edaran ke Kabupaten/Kota untuk mencontoh Muba dalam pembangunan aspal karet, Dodi menyebutkan hal tersebut tentu akan memberikan harapan baru ke depannya bagi petani karet.
“Sebagai daerah pelopor pembangunan aspal karet tentu kami sangat mendukung dan mensupport upaya pak Presiden Jokowi tersebut, ini akan menjadi berkah bagi petani karet ke depannya,” tuturnya.
Lanjutnya, pembangunan aspal berbahan campuran karet di Muba yang sudah dilakukan di sepanjang jalan 465 meter mampu menyerap 8,49 ton karet alam milik petani rakyat di Muba.
“Ini sangat efektif dan membuktikan kalau implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet akan mendongkrak harga karet di kalangan petani khususnya di bumi Serasan Sekate ini,” terangnya.
Dodi menyebutkan, serapan karet petani rakyat di Muba mencapai 1,6 ton pertahun sedangkan untuk pembangunan jalan berbahan campuran karet di jalan sepanjang 465 meter saja sudah menyerap 8,9 ton.
“Nah, implementasi pembangunan jalan aspal berbahan campuran karet ini sangat nyata ke depannya akan sangat membantu perekonomian petani karet di Muba, bayangkan saja nanti kalau di semua daerah Sumsel telah menerapkan pembangunan aspal karet, tentu serapan karet milik petani akan meningkat,” kata Dodi.
Kandidat Doktor Universitas Padjajaran ini menambahkan, di tahun 2019 ini Pemkab Muba melalui dana APBD akan menggelontorkan dana untuk penambahan pembangunan jalan aspal karet di beberapa ruas, yakni di Rumah Dinas Bupati, Sp AMD-SD Model, dalam Kelurahan Babat, Sp KUD Jaya Trijaya – Tanjung Agung Sekayu 2 ruas, Babat 1 ruas, Lais 1 ruas dengan total panjang jalan keseluruhan 5 KM.
“Nah, untuk anggaran dari hadiah penghargaan Kementerian PUPR sebesar Rp20 Milyar akan di alokasikan untuk pembangunan infstruktur jalan Ruas jalan Ahmad Dahlan (dalam kota sekayu) sepanjang 400 meter lebar 12 meter, 2 jalur, pemeliharaan jalan ruas desa teladan- simpang supat 8 km dan peningkatan jalan simpang pauh- beji mulyo sepanjang 3 km,” bebernya. (Yudho)
Editor : Jhonny

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *