KORDANEWS – Tewasnya petugas riger atau pemandu operator crane , karyawan PT Rekayasa Industri (PT REKIN), Samidin (55) diliputi isu yang simpang- siur, dan membuat Keluarga yang ditinggal bingung atas kejadian yang menimpa Samidin.
Humas PT Rekin secara resmi menyatakan bahwa Samidin tewas karena yang bersangkutan mengidap penyakit jantung.
Namun hal tersebut bertolak belakang dengan keterangan dari kepolisian, keterangan dari Kapolsek Semende melalui Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) IPDA Ardiansyah Yunisca, mengatakan bahwa warga Karang Anyar Labuan RT 02 RW 01, Kabupaten Pandeglang, Banten itu tewas karena tertimpa batangan paku bumi.
Samidin tertimpa musibah saat bekerja di lokasi Geotermal Power Plant Rantau Dedap. Saat itu, Rabu (10/04/2019), Samidin sedang bertugas memandu dan mengarahkan penurunan pasak bumi dari atas trailer.
Saat pasak bumi itu akan diturunkan, keadaan tali seling sangat licin akibat air hujan deras yang sedang terjadi sehingga pasak bumi itu akhirnya menggelinding dan menimpa korban.
“Akibatnya korban Samidin meninggal dunia di tempat kejadian,” ujar Ardiansyah.
Saat itu mayat korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat untuk divisum.
Atas terjadinya peristiwa mengenaskan itu, pihak perusahaan menyerahkan jasad korban ke keluarganya di Kabupaten Pandeglang, Banten.
Untuk diketahui, PT Rekin tempat Samidin bekerja, anak perusahaan PT Geotermal Supreme Energi Rantau Dedap.
Sementara hasil investigasi wartawan di lapangan, seorang sumber yang namanya minta dirahasiakan, mengatakan bahwa Samidin tewas tergencet pipa besi.
“Iya tewas bersimbah darah,” ujarnya TR singkat. (Ari)
Editor : Jhonny













