“Saran saya yang pertama tinggal implementasi, dicek detailnya, terutama untuk tanggal 17, karena tanggal 17 kan dilaksanakan di seluruh nusantara, dan TPS-nya banyak sekali, mungkin ratusan ribu. Jadi itu tolong ada monitoring sampai ke unit rayon PLN masing-masing,” tegas Jonan, dikutip Setkab.
Selain itu, Jonan juga menegaskan agar PLN berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mendeteksi keperluan KPU, khususnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS), pada Hari-H sampai usai Pemilu, hingga daerah terpencil.
“Saran saya sebelum tanggal 17 itu PLN bicara lagi dengan KPU, kurangnya apa, yang diperlukan apa, nanti masukan-masukan dari KPU sebelum tanggal 17 itu apa. Kalau bisa hingga setiap KPU Daerah itu tanya lagi apa yang perlu dipersiapkan. Khususnya lagi mungkin daerah-daerah yang terpencil dan remote yang mungkin komunikasinya tidak mudah. Setelah itu di kantor-kantor KPUD, untuk penghitungan suara dan untuk sistem logistiknya jangan sampai down, jadi bukan hanya KPU pusat, tapi KPUD di daerah,” tandasnya.
PLN memproyeksikan bahwa beban listrik pada Rabu (17/4) mendatang, atau hari Pemilihan Umum, akan mengalami penurunan dikarenakan pada hari tersebut industri yang mengkonsumsi tenaga listrik yang sangat besar dan perkantoran berhenti beroperasi.
Editor : Jhonny













