KORDANEWS — PLN UIW Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (S2JB) akan menyiapkan mesin generator setting (Genset) di masing-masing Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang bertujuan untuk menyukseskan pemilihan umum (Pemilu) 2019, pada Rabu (17/4) besok.
General Manager PLN UIW S2JB Daryono mengatakan, mengantisipasi kemungkinan ada pemadaman tidak terjadwal, PLN menyiapkan Genset di masing-masing KPU. Sehingga jika terjadi pemadaman maka ada antisipasinya selama menunggu perbaikan listrik.
“Kita antisipasi dengan menyiapkan Genset di masing-masing KPU,” ujar dia saat Ngopi Bareng dan Pers Release Kesiapan PLN menghadapi Pemilu 2019 serta Ramadhan dan Idul Fitri 1440H, di Hotel Royal Palembang, Selasa (16/4).
Selain menyiapkan Genset, kata dia, mengantispasi gangguan pamadaman listrik yang tidak diinginkan selama kegiatan Pemilu, pihaknya juga menyiapkan satu unit Mobil Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB), sehingga pengerjaan perbaikan tidak perlu memadamkan listrik.
Yang mana, menurutnya, Mobil PDKB ini memiliki fungsi untuk perbaikan listrik yang tetap bisa diperbaiki meski listrik tidak dipadamkan. Pengerjaanya juga lebih cepat dari unit sebelumnya yakni jika unit sebelumnya bisa menyelesaikan satu jam maka unit baru ini bisa menyelesaikan pengerjaan gangguan 30 menit.
Dia juga mengatakan, PLN juga sudah standby sejak Maret 2019 lalu dan akan berlangsung hingga akhir Mei mendatang atau hingga waktu penghitungan surat suara selesai dilaksanakan.
“PLN siap mensukseskan Pemilu dengan menjaga kestabilan listrik khususnya di titik rentan seperti KPU dan Panwaslu dengan total 40 lokasi di wilayah Sumsel, Jambi, Lampung dan Bengkulu,” tambahnya.
Ia juga menambahkan, PLN bukan hanya mengantisipasi perhelatan Pemilu tapi juga bertepatan dengan Ramadhan, Lebaran juga UNBK sehingga disiapkan sebanyak 1.918 personal yang siaga 24 jam dan mobil bergerak.
Secara umum, lanjut dia, kondisi kelistrikan di Sumsel kapasitas pembangkit Sumsel surplus 500 megawatt karena pembangkit Sumsel memiliki kapasitas 1.352 megawatt dan hanya digunakan 800 megawatt.
“Surplus ini kemudian didistribusikan ke provinsi tetangga karena sistem kelistrikan saat ini sudah terinterkoneksi dari Aceh hingga Lampung,” pungkasnya. (Ab)
Editor : Jhonny













