KORDANEWS – Omar Dhani yang dibesarkan di Klaten surakarta dan yogyakarta di lingkungan keluarga ningrat terpelajar yang menjabat di birokrasi pemerintahan. Lingkungan itu pula yang mendidiknya agar merdeka serta menjunjung martabat dan penuh rasa tanggung jawab. Omar Dhani mengawali pendidikan di Hollandsch Inlandsche School (HIS) Klaten, Jawa Tengah tahun 1937. Kemudian di SMA Negeri 1 Surakarta dan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Kristen Solo tahun 1940. Pada tahun 1942, Omar masuk Algemeene Middlebare School (AMS) B di Yogyakarta.
Karier
Pada bulan Juli 1946, ia menjadi penyiar siaran bahasa Inggris di RRI Tawangmangu. RRI Tawangmangu merupakan pindahan dari RRI Yogyakarta yang pernah dibom tentara Sekutu. Sebagai penyiar, ia dan teman-temannya tidak menerima gaji. Hanya sempat bekerja 3 bulan di sini. Setelah itu ia berangkat ke Jakarta, menjadi informan bagi MBT (Markas Besar Tentara) yang berkedudukan di Yogyakarta. Itupun juga tidak digaji. Bekerja tanpa gaji dan tanpa proses rekrutmen yang berbelit-belit demikian antara lain ciri khas masa Revolusi 1945-1950. Ia memperoleh nafkah dari melakukan berbagai pekerjaan seperti penyiar RRI dan pegawai bagian penerangan luar negeri di Kementerian Penerangan, berjualan obat (aspro, perban, kapas, obat merah, norit) secara door to door.
Juli 1947, kantor pemerintahan RI di Jakarta diserbu dan ditutup Belanda. Demikian pula dengan Kementerian Penerangan. Kemudian, pada bulan Oktober 1948, Omar Dani masuk bekerja di Javasche Bank. Ia kemudian memutuskan untuk keluar dari kantor itu karena ada tantangan yang lebih besar di luar. Tampaknya Tuhan telah memberi tempat kepada Omar Dani bukan “dalam urut-urutan seperti bebek di sawah”, tetapi “sebagai elang perkasa yang terbang bebas di angkasa”.
Menjadi Pasukan TNI AU
Pada bulan Juli 1950 AU membuka pendaftaran bagi pemuda Indonesia untuk dididik sebagai penerbang/navigator. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Omar Dani yang waktu itu berusia 26 tahun. Pada November 1950. 60 penerbang kadet AURI termasuk Omar Dani itu dikirim untuk belajar di Academy of Aeronautics, TALOA (Trans Ocean Airline Oakland Airport) di California US Bulan November 1951, Omar Dani berhasil menyelesaikan pendidikan di sana dan kemudian kembali ke Tanah Air dan dilantik sebagai Letnan Muda Udara I (sekarang PELTU) pada akhir Juli 1952 dan bertugas sebagai co-pilot Dakota di Pangkalan Udara Cililitan (sekarang Lanud Halim Perdanakusuma) Ia ikut serta dalam beberapa penugasan operasi militer, seperti pada PRRI di Sumatera Karier melesat pesat, dalam waktu hanya 9,5 tahun ia mencapai posisi puncak di Angkata Udara
Menteri Panglima Angkatan Udara
Belum genap berusia 38 tahun, Omar Dani dilantik sebagai Menteri Panglima Angkatan Udara menggantikan Laksamana Udara Soerjadi Soerjadarma pada 19 Januari 1962













