EkonomiSumsel

Australia – Palembang Libatkan Pekerja Perempuan Dalam Pembangunan Sanitasi

×

Australia – Palembang Libatkan Pekerja Perempuan Dalam Pembangunan Sanitasi

Share this article

 

KORDANEWS – Program pembangunan Sanitasi, program untuk menyediakan prasarana air limbah di empat kawasan Kota Palembang yang akan dimulai Agustus- September mendatang akan melibatkan banyak tenaga kerja, tak terkecuali tenaga kerja perempuan, serta kaum disabilitas turut ambil bagian.

 

 

Team Leader KIAT Indonesia Ausralia Partnership for Infrastructure Alan Atwell mengatakan, Ausralia dan Pemkot Palembang berkomitemen membuka lapangan kerja bagi perempuan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga dan masyarakat yang ada dikawasan proyek pembangunan.

 

 

”Sekarang kita masih dalam tahap mencari formulasi yang tepat untuk melibatkan tenaga kerja perempuan ini, terutama disabilitas, tidak menutup kemungkinan mereka ini akan terlibat langsung dalam proyek pembangunan sanitas yang kini menjadi focus Pemerintah Ausralia dan Pemkot Palembang,” jelasnya, saat diskusi desain program pemberdayaan ekonomi inklusif di sektor infrastruktur (sanitasi) di Hotel Arista Palembang, Rabu (6/3/2019) malam.

 

 

Alan menjelaskan, pembangunan yang ada, seharusnya di intigrasikan dalam segala aspek publik, khususnya perempuan, untuk itu kaum perempuan perlu di dorong untuk tampil agar dapat berpartisipasi dalam proses pembangunan tersebut.

“Nantinya mereka harus memiliki keahlian khusus seperti memahami isu sanitasi, system sanitasi, isu kesehatan, mereka juga akan dilatih skill (keahlian ) lainnya yang bisa terlibat langsung dalam proyek pembangunan sanitasi itu nantinya,” katanya.

Namanya, keahlian, sambungnya, harus mendapat pelatihan yang mumpuni dan dibutuhkan proses waktu untuk memiliki keterampilan tersebut.

“Dua bulan sebelum proyek sanitasi dikerjakan, mereka kaum perempuan dari masyarakat kawasan sekitar proyek ini akan kita latih selama dua bulan lamanya, tenaga pelatihnya dari Palembang juga dari Pemerintah Australia, dari pelatihan ini juga mereka (perempuan) akan memahami bisnis enterprise,” jelasnya.

Meski, belum final berapa banyak tenaga perempuan dan disabilitas ini akan dibutuhkan, dia memperkirakan 200 tenaga kerja perempuan akan dilibatkan dalam proyek sanitasi ini.

“Melibatkan tenaga kerja perempuan di infrastructure sanitasi ini. Palembang ini, pertama kali di Indonesia, dan ini bisa menjadi Pilot Projek, sebelumnya baru juga pertama dilakukan di NTB hanya saja di sektor transportasi,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *