Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Bastari Yusak menjelaskan, melibatkan tenaga kerja perempuan ini, bertujuan untuk meningkatkan eknomi keluarga dan juga meraka yang akan mendapat pelatihan secara khusus ini bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam melakukan pengawasan proyek pembangunan tersebut, untuk merawatnya.
“Jangan sampai infrastruktur yang kita bangun, mayarakat sendiiri belum siap, tertutama air limbah, , jangan sampai kita tidak mampu merawat bantaun dari pemerintah Australia ini, untuk itulah kita perlu melibatkan tenaga local sekitar pembangunan proyek tersebut,yang memiliki skill ini,” jelasnya.
Mereka yang tinggal dikawasan proyek ini, akan dilatih dari tenaga ahlinya, dengan adanya pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.
“Bukan berarti semuanya tenaga kerja di dominasi kaum ibu ibu saja, juga akan ada kaum pria, hanya saja untuk tenaga kerja perempuan ini akan di petakan sesuai dengan kebutuhan nantinya,” jelasnya.
Hasil pertemuan malam ini, perwakilan Pemerintah Australia ini, akan presentasikan lagi ke pemerintah mereka dan pemerintah pusat, sebelum proyek pembangunan sanitasi ini mulai berjalan di Agustus atau September mendatang,” tegasnya.
Saat ini juga, kata Bastari Palembang sudah mendapat bantuan mobil crane satu unit dan memiliki empat instruktur tenaga kontruksi sebagai pelatihan nantinya.
“Jika memang tenaga ahli pelatihan ini kurang, nantinya Pemerintah Australia juga akan menurunkan timnya,” jelasnya.
Nah, dari pelatihan inilah kebutuhan 1000 tenaga kerja yang bersertifikat di bidang kontruksi untuk tahun 2019 akan tercukupi.
“Belum lama ini juga kita mendapat penghargaan dari pemerintah pusat dibidang tenaga kerja kontruksi bersertifkat,” jelasnya.
Untuk diketahui, proyek sanitasi ini tengah dikembangkan di empat kawasan yang akan terpusat di IPAL Sungai Selayur 2022 mendatang.
Editor : Chandra













