“Kalau pameran artinya kita menyajikan yang terbaik. Ini seperti etalase kita. Disinilah cermin PALI nanti. Makanya jangan main-main dengan pameran. Karena terkadang kita ini ada penyakit auka meniru punya orang dan tidak bangga dengan kekayaan kita sendiri,” jelasnya.
Menurut Dia boleh saja kita tahu budaya orang lain atau mempelajari tapi akan lebih baik kalau kita yang mengajak orang lain suka dengan apa yang kita perbuat.
” Dari awal saya sudah lihat PALI ini kreatif, buktinya pas paripurna tadi kita pakai baju adat yang bagus. Dan mereka kembali memperkenalkan kain batiknya (ini saya pakai dengan ibu Feby” jelasnya.
Sementara itu Bupati Kabupaten PALI Heri Amalindo mengungkapkan selain menyemarakkan HUT ke-6 Kabupaten yang dipimpinnya, pameran ini juga bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. Sekaligus mensosialisasikan program serta hasil pembangunan saat ini baik dari pemerintah, swasta dan UMKM.
” Kita juga punya misi agar ini menginspirasi dan menggalang masyarakat bersama-sama mewujudkan PALI yang Serasi Nian yakni menjadi swntra ekonomu, masyrakat yang agamis, inovatif indah dan nyaman,” tambahnya.
Setiap tahun lanjutnya selain pameran pembangunan, digelar juga festival rakyat dengan berbagai perlombaan seperti tari dan lagu daerah. Bahkan untuk meramaikan pameran pihaknya juga mengundang partisipasi dari kabupaten lain meskipun belum ada yang ikut ambil bagian. Untuk pameran kali ini tercatat 162 stand terdaftar ikut menjadi peserta.
” Target kami PALI harus menjadi bagian sentra ekonomi Sumsel. Tahun depan kami harap semua Kabupaten se Sumsel ikut berpartisipasi bahkan bila perlu dari liar Sumsel,” tuturnya.
Editor : Chandra













