Apalagi, di musim ini manajemen Sriwijaya FC telag merekrut beberapa pemain baru. Hal itu menambah kekecewaan mantan punggawa SFC musim lalu terhadap jajaran managemen.
“Tentu tindakan itu sangat melukai hati pemain lama yang belum terbayarkan haknya. Mestinya kewajiban dibayarkan dulu baru kemudian merekrut pemain baru,” ujarnya.
Sementara itu, Rangga Pratama sebagai perwakilan pemain Sriwijaya FC yang melayangkan gugatan ke pengadilan mengatakan saat ini menjadi waktu yang sulit bagi dirinya dan rekan-rekannya yang lain.
“Tapi mau bagaimana lagi, segala upaya sudah kita lakukan. Termasuk bertemu dengan manajemen. Tapi tidak ada titik temu. Sampai akhirnya kita melapor ke APPI untuk melayangkan gugatan,” ujarnya.
Meskipun telah melayangkan gugatan, namun hingga saat ini mereka tetap membuka kesempatan untuk bisa berdiskusi dan mencari penyelesaian terhadap permasalahan tersebut.
“Kami tetap membuka pintu damai, kapanpun pihak Sriwijaya FC ingin mengajak kami berdiskusi dan mencari solusi bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini, akan kami terima itikad baik tersebut,” jelasnya
Editor : Jhonny













