“Karena pelepasan beras Bulog tidak ada salurannya seperti dulu, melalui rastra. Dulu rastra 1 bulan sekitar 200.000 ton, penyalurannya bisa sampai 13 kali atau hampir 3 juta ton. Sekarang tidak ada karena BPNT. Nah sekarang tinggal bagaimana kita pikirkan menyalurkannya,” ujar Darmin.
Menurut Darmin, bila beras yang dimiliki Bulog sudah tersalur, maka Bulog bisa kembali menyerap beras petani dengan jumlah yang lebih besar. Sementara itu, terkait dengan serapan beras, Bachtiar mengatakan, sampai saat ini Bulog pun masih menyerap beras lebih dari 10.000 ton per hari.
Menurutnya, serapan beras masih berjalan lancar karena masa panen yang berbeda-beda di setiap daerah.Menurut Bachtiar, sejak awal tahun Bulog sudah menyerap sekitar 400.000 ton gabah setara beras. Dengan serapan tersebut, maka stok beras Bulog hingga saat ini sebesar 2 juta ton.
Stok ini merupakan jumlah dari serapan beras tahun ini hingga tambahan dari stok tahun lalu, baik dari pengadaan dalam negeri maupun dari impor.(Ist)
Editor :J.Wick













