Meskipun sudah ada kesepakatan diantara tokoh agama, masyarakat, dan pemerintahan untuk tidak melakukan people power namun, pihak kepolisian tetap melakukan antisipasi terkait adanya unjuk rasa pada 22 Mei mendatang.
Didi menilai jika ada masa yang turun nantinya pada 22 Mei dianggap hal biasa dalam penyampaian aspirasi dan pendapat. Dirinya mengimbau agar masyarakat tidak mudah termakan isu yang saat ini berkembang, terlebih lagi soal isu Capres dan Cawapres.
“Kita epakat, Palembang aman, nyaman, damai sehingga pembangunan dapat berjalan dengan lancar. Seandaina ada (people power) itu sudah kita siapkan tahapan-tahapan untuk menghadapi massa yang melaksanakan unjuk rasa atau menyampaikan pendapat soal pengumuman,” jelasnya. (Ab)
Editor : Jhonny













