“Saya sudah lama kenal dengan korban, kasarnya saya pernah menjual diri sama dia. Tapi cuma lima puluh ribu dikasih nya setiap kali dia “ngulum” itu saya,”jelasnya.
Selama pelarian, pelaku sempat lari ke pulau Jawa tepatnya di kota Tangerang, lalu pulang ke Curup karena kangen istri dan anak dan akhirnya ditangkap polisi Polda Bengkulu dalam kasus Curanmor.
“Saya ditangkap polisi Polda Bengkulu, mencuri motor karena diajak sepupu teman saya,”tambahnya.
Kapolsek Ilir Barat I Palembang Kompol Masnoni mengatakan pelaku pembunuhan waria Ismail ditangkap di Bengkulu setelah bekerja sama dengan Polda Bengkulu. Pelaku di Bengkulu terlibat aksi Curanmor di kota Bengkulu.
“Antara pelaku dan korban ada hubungan teman tapi mesra. Pelaku nekat membunuh korban karena emosi kepada korban yang sering marah sama pelaku dengan kata kata kasar,”ujarnya.
Dikatakan, Masnoni pelaku juga sempat meminta untuk kepada korban tapi dikasih, sehingga membuat pelaku menjadi emosi sehingga pelaku nekat melakukan pembunuhan terhadap korban.
“Korban dibunuh dengan digorok leher nya sebanyak dua kali dengan menggunakan pisau dapur, setelah itu kepala korban dipukul dengan batu bata setelah korban tewas pelaku juga diduga mengambil uang milik korban yang dapat bantuan dari pemerintah untuk organisasi waria,”pungkasnya (Dik)
Editor : Jhonny













