“kalau kita anggap mereka itu raja pasti kalau mereka salah kita nurut aja salah, tetapi kalau mereka kita anggap sebagai saudara kita ada ikatan emosional yang lebih. Apalagi kalau mereka salah bisa kita kasih tau atau dibenari bahwa itu salah,” jelas Ciko.
“diluar negeri pun seperti itu, barber yang ada menganggap pelanggan mereka adalah suadara dan tidak mendewakan siapa itu pelanggan yang dihadapi,” ujarnya.
Lebih dalam lagi, bahwa apabila memiliki sebuah usaha maka yang diperhatikan adalah kualitas bukan kuantiatas saja. Bukan hanya itu saja tetapi juga bagaimana kita memberikan pelayanan dan kenyamanan para pelanggan.
“percuma toko nya bagus tetapi pelayanan dan tidak nyaman nanti para pelanggan pada kabur,” ujar pria yang pernah beberapa kali wrokshop barber di Luar Negeri itu.
Editor: Jhonny













