“Ini adalah cara elegan. Kita tidak mencaci, tidak menghukum bangsa sendiri. Ini juga awam terjadi, Australia sampan nelayan kita masuk perairan mereka langsung dibakar,” ucapnya beberapa waktu lalu.
Satuan Tugas Pemberantas Penangkapan Ikan secara Ilegal alias Satgas 115 Achmad Santosa aaat ditemui di lokasi yang sama mengatakan kapal berbendera asing ini mayoritas berasal dari Vietnam dan Cina. Ia mengatakan semestinya Kementerian Luar Negeri menggelar negosiasi bilateral dengan kedua negara.
“Pertemuan diplomasi memang sudah dilakukan, tapi belum shattle dan belum ada protokol,” ucapnya. Ia menyarankan ada kesepakatan Indonesia dengan Vietnam dan Cina terkait persoalan ini.
Editor : John.W













