KORDANEWS – Pergerakan penumpang pesawat di 36 posko bandara pemantauan di Indonesia menunjukkan kemerosotan hingga 32 persen. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti mengatakan tren ini terjadi karena adanya perbedaan waktu libur.
“Saat ini libur Lebaran tidak berbarengan dengan liburan anak sekolah. Beda dengan tahun lalu,” ujar Polana kala ditemui di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, 8 Juni 2019.
Berbeda dengan Lebaran yang berlangsung pada minggu pertama Juni, libur sekolah untuk akhir semester II baru dimulai pada awal pekan Juli. Lantaran beda momentum libur, Polana memprediksi akan terjadi persebaran distribusi penumpang.
Menurut dia, sebagian penumpang pesawat baru akan melakukan perjalanan saat libur sekolah dimulai. Karena itu, ia memprediksi jumlah penumpang pesawat hingga Juli nanti masih akan terjadi pertumbuhan bila dibandingkan dengan hari biasa.
Selain karena perbedaan waktu libur, anjloknya jumlah penumpang maskapai juga terjadi karena tren perpindahan penumpang ke moda transportasi lain. Polana mengatakan sebagian penumpang angkutan udara rute dalam Pulau Jawa dan Sumatera terpantau berpindah ke moda angkutan darat karena dibukanya akses Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera.
Dengan begitu, ia memperkirakan harga tiket pesawat bukan satu-satunya faktor yang membuat angka penumpang angkutan udara merosot.












