“Kepada perusahaan di Sumsel ini kan banyak ya mereka juga bisa membantu kita memberikan alat untuk menangani Karhutla ini sehingga desa-desa yang lain juga punya tamabahan alat. Sehingga kita bisa mengantisipasi awal dari penanganan Karhutla ini,” katanya.
Sementara itu, Direktur Perbaikan Darurat BNPB Medi Herlianto menambahkan, selain Sumsel pemerintah pusat juga memberikan Empat alat kepada provinsi Riau dan Jambi. Alat yang diberikan dari Tiongkok itu berupa bor, pompa, pakaian anti api, bahan ilmiah, dan lainnya.
“Bantuan hibah dari Tiongkok ini bertujuan untuk meningkatkan penanganan kualitas Karhutla di Sumatera. Pemberian bantuan alat ini juga berdasarkan kebutuhan di lapangan,” kata Medi.
Selain alat, lanjut Medi, pihaknya juga mensosialisasikan kepada masyarakat dan melakukan pelatihan kepada personil yang diterjunkan untuk menangani Karhutla.
“Kita terus lakukan upaya penanganan Karhutla ini dari awal sehingga nantinya kita bisa mencegah terlebih dahulu titik-titik Karhutla ini tidak lagi meluas seperti tahun sebelumnya,” pungkasnya. (Ab)
Editor : Jhonny













