Kondisi burried penis tentunya hanya bisa dinilai oleh dokter yang memiliki kompetensi tersebut. Burried penis yang tidak terdeteksi cukup berisiko bagi pasien dan tenaga kesehatan yang melaksanakan sunat. Tenaga kesehatan kesulitan melakukan operasi, sementara pasien mulai merasakan nyeri akibat prosedur medis.
Penis Miring atau Melintir
Selain itu, penyebab sunat gagal bisa dikarenakan kondisi bawaan yang membuat penis miring. Kondisi penis yang seperti itu juga bisa menyulitkan petugas medis yang melakukan prosedur sunat.
“Jadi dia punya penis melintir, itu variasi normal. Itu ada penis yang rotasi. Kalau penis kan ke depan, nah dia enggak. Miring. Bawaan lahir. Itu menyulitkan waktu motongnya,” kata dr Mahdian.
Sunat yang disebut gagal juga bisa terjadi karena rasa panik akibat kepala penis yang terpotong. Darah yang keluar berisiko mengakibatkan panik hingga prosedur sunat dipercepat meski hasilnya tidak maksimal.
“Karena itu sangat penting menerapkan teknik operasi yang tepat pada pasien sunat. Selain teknik operasi, cara menjahit luka juga menentukan keberhasilan sunat dan proses penyembuhannya,” kata dr Prihadi.
Editor: John.W













